Lameson, Obat Atasi Radang dan Alergi

Lameson adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi. Obat ini mengandung bahan aktif methylprednisolone dan tersedia dalam bentuk tablet, suspensi, dan suntikan yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Lameson dan Cara Kerjanya

Lameson termasuk dalam golongan kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi senyawa kimia yang memicu peradangan dalam tubuh, sehingga gejala seperti nyeri, bengkak, dan reaksi alergi dapat berkurang.

Varian Produk Lameson di Indonesia

  1. Tablet atau Kaplet Lameson: Tersedia dalam dosis 4 mg, 8 mg, dan 16 mg.
  2. Suntikan Lameson: Setiap vial mengandung 179 mg methylprednisolone sodium succinate.
  3. Sirup Lameson: Setiap botol mengandung 4 mg methylprednisolone.

Informasi Penting Tentang Lameson

  • Bahan Aktif: Methylprednisolone
  • Golongan: Obat resep
  • Kategori: Kortikosteroid
  • Manfaat: Mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan penyakit autoimun
  • Penggunaan: Dewasa dan anak-anak

Penggunaan Lameson untuk Ibu Hamil dan Menyusui

  • Kategori C: Studi pada hewan menunjukkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada manusia. Penggunaan hanya jika manfaatnya melebihi risiko.
  • Ibu Menyusui: Dapat digunakan dengan penundaan menyusui selama 2–4 jam setelah minum obat untuk mengurangi paparan pada bayi. Obat ini dapat mengurangi produksi ASI.

Peringatan Sebelum Menggunakan Lameson

  • Riwayat Alergi: Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap kortikosteroid.
  • Kondisi Kesehatan: Konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, liver, jantung, osteoporosis, katarak, glaukoma, atau penyakit tiroid.
  • Infeksi dan Vaksinasi: Informasikan kepada dokter mengenai riwayat infeksi sebelum vaksinasi atau prosedur medis.
  • Interaksi Obat: Hindari konsumsi alkohol dan konsultasikan penggunaan obat lain untuk menghindari interaksi obat.

Dosis dan Aturan Pakai Lameson

  • Tablet dan Suspensi:
    • Dewasa: Dosis awal 4–48 mg per hari.
    • Anak-anak: 0,5–1,7 mg/kgBB per hari, dibagi menjadi 2 kali jadwal konsumsi.
  • Suntikan: Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien, dapat diberikan ke sendi, otot, pembuluh darah, atau langsung ke area kulit yang bermasalah.

Cara Menggunakan Lameson dengan Benar

  • Tablet: Konsumsi bersama makanan atau sesudah makan, dengan air putih.
  • Suspensi: Gunakan alat takar yang tersedia untuk dosis yang tepat.
  • Suntikan: Diberikan oleh tenaga medis di bawah pengawasan dokter.
  • Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan hindari tempat lembap atau terkena sinar matahari langsung.

Interaksi Obat

  • Risiko Efek Samping: Tacrolimus, cyclophosphamide, ketoconazole, cimetidine.
  • Tukak Lambung dan Perdarahan: OAINS.
  • Hipokalemia: Diuretik.
  • Penurunan Efektivitas: Isoniazid, aspirin, rifampicin, phenobarbital, phenytoin.

Efek Samping Lameson

  • Umum: Pembengkakan, pusing, sakit kepala, nyeri otot, perut kembung.
  • Serius: Gampang terengah-engah, memar, gangguan penglihatan, mood swing, depresi, BAB berdarah, muntah darah, kejang, hipokalemia.

Segera temui dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Lameson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *