Apa Itu Desmopressin?

Desmopressin adalah obat yang berfungsi mengurangi produksi urine dan keinginan untuk buang air kecil. Biasanya diresepkan untuk mengatasi kondisi seperti diabetes insipidus, enuresis pada anak, atau seringnya buang air kecil pada malam hari pada orang dewasa.

Desmopressin sendiri merupakan hormon buatan yang bertujuan untuk menggantikan hormon vasopressin yang kurang dalam tubuh. Vasopressin adalah hormon alami yang mengatur produksi urine.

Cara kerjanya adalah dengan mengurangi keinginan untuk buang air kecil yang berlebihan dan mencegah dehidrasi serta rasa haus yang berlebihan. Selain itu, desmopressin juga dapat digunakan untuk mengatasi rasa haus dan frekuensi buang air kecil yang tinggi akibat cedera atau operasi otak.

Merek dagang dari desmopressin antara lain Minirin dan Minirin Melt.

Apa Itu Desmopressin

  • Golongan: Obat resep
  • Kategori: Hormon antidiuretik
  • Manfaat: Mengatasi buang air kecil berlebihan akibat kondisi kesehatan tertentu
  • Dikonsumsi oleh: Dewasa (usia >18 tahun) dan anak-anak >6 tahun
  • Desmopressin untuk ibu hamil dan menyusui: Kategori B, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika sedang hamil atau menyusui.

Sebelum Mengonsumsi Desmopressin, Ada Beberapa Peringatan yang Perlu Diperhatikan:

  • Jangan mengonsumsi desmopressin jika Anda alergi terhadapnya.
  • Hindari penggunaan desmopressin jika sedang dalam pengobatan dengan diuretik atau obat steroid.
  • Beritahu dokter jika memiliki riwayat gangguan elektrolit, edema, gagal jantung kongestif, penyakit jantung koroner, gangguan buang air kecil, penyakit ginjal, atau cystic fibrosis.
  • Jika memiliki hipertensi, dislipidemia, atau diabetes, sebaiknya juga beritahu dokter.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter tentang obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang dikonsumsi untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Selama mengonsumsi desmopressin, perhatikan jumlah cairan yang dikonsumsi, karena kelebihan cairan dapat meningkatkan risiko gangguan elektrolit.
  • Beritahu dokter jika berencana menjalani operasi atau jika sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping serius setelah mengonsumsi desmopressin.

Dosis dan Aturan Pakai Desmopressin

Dosis desmopressin akan disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi dan respons tubuh pasien. Berikut adalah dosis umum penggunaan desmopressin:

Kondisi: Diabetes insipidus

  • Tablet minum: Dewasa dan anak-anak: Dosis awal 100 mcg 3 kali sehari. Dosis pemeliharaan 100–200 mcg, 3 kali sehari. Dosis maksimal 1.200 mcg per hari.
  • Tablet sublingual: Dewasa dan anak-anak: 60 mcg, 3 kali sehari. Dosis pemeliharaan 60–120 mcg, 3 kali sehari. Dosis maksimal 720 mcg per hari.

Kondisi: Terbangun dari tidur >2 kali untuk buang air kecil (nokturia)

  • Tablet minum: Dewasa: 100 mcg sebelum tidur. Jika kurang efektif, dosis bisa ditingkatkan menjadi 200 mcg setelah 1 minggu. Setelah itu, dosis dapat ditingkatkan kembali oleh dokter jika masih kurang efektif.
  • Tablet sublingual: Dewasa: 60 mcg sebelum tidur. Jika kurang efektif, dosis bisa ditingkatkan menjadi 120 mcg setelah 1 minggu. Setelah itu, dosis dapat ditingkatkan kembali oleh dokter jika masih kurang efektif.

Kondisi: Enuresis nokturnal primer (mengompol)

  • Tablet minum: Dewasa dan anak-anak: Dosis awal 200 mcg sebelum tidur. Bila perlu, dosis bisa ditingkatkan menjadi 400 mcg.
  • Tablet sublingual: Dewasa dan anak-anak: Dosis awal 120 mcg sebelum tidur. Bila perlu, dosis bisa ditingkatkan menjadi 240 mcg.

Cara Mengonsumsi Desmopressin dengan Benar

  • Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi desmopressin.
  • Desmopressin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, usahakan untuk mengonsumsi obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Tablet minum dapat ditelan dengan bantuan air putih atau jus, sementara tablet sublingual cukup diletakkan di bawah lidah dan ditunggu hingga mencair.
  • Jangan mengunyah atau menelan tablet sublingual secara langsung.
  • Jika lupa mengonsumsi desmopressin, segera konsumsi begitu teringat jika jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya.
  • Hindari minum apa pun 1 jam sebelum tidur sampai esok paginya jika sedang mengonsumsi desmopressin untuk mengatasi nokturia atau mengompol.
  • Selama pengobatan, perlu menjalani pemeriksaan tekanan darah atau tes darah secara rutin sesuai dengan yang ditentukan dokter.

Interaksi Desmopressin dengan Obat Lain

Desmopressin dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, antara lain:

  • Peningkatan efek desmopressin jika digunakan dengan obat golongan OAINS, chlorpromazine, antidepresan trisiklik atau SSRI, carbamazepine, lamotrigrine, atau obat golongan opioid.
  • Penurunan efek desmopressin jika digunakan dengan lithium, heparin, atau demeclocycline.

Selain itu, konsumsi minuman beralkohol dapat memengaruhi efek desmopressin.

Efek Samping dan Bahaya Desmopressin

Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi desmopressin antara lain sakit kepala, mulut kering, mual, dan sakit perut ringan. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik atau justru memburuk, atau jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius seperti gejala hiponatremia, kejang, atau berat badan meningkat drastis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *